Ayam kampung dengan produk NASA panen umur 50 hari dengan berat rata-rata 0,8 - 1 kg

Jumat, 24 Februari 2012

BUDIDAYA IKAN BAWAL AIR TAWAR


BUDIDAYA IKAN BAWAL AIR TAWAR 
I. Bawal, Peluang dan Tantangan
Ikan bawal (Colossoma macropomum) termasuk salah satu komoditas perikanan darat yang cukup digemari masyarakat karena ikan bawal memiliki daging yang tebal dengan rasa yang lezat dan tulangnya sedikit. Ada dua macam bawal yang dikenal masyarakat yakni bawal laut dan bawal air tawar. Memiliki kemiripan bentuk seperti badan yang pipih, bulat dan warna kulit perak keabu-abuan, ekor bercagak, dan bersisik halus membuat masyarakat menyebutnya sebagai ikan yang sama, yakni ikan bawal. Padahal kedua ikan ini merupakan jenis ikan yang berbeda.
Ikan bawal  air tawar berasal dari sungai Amazon Brazil yang telah diintroduksi ke Indonesia tahun 1980 oleh importir ikan hias sebagai salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi. Pada awalnya ikan bawal diperdagangkan sebagai ikan hias, namun dalam perkembangannya oleh masyarakat dipelihara sebagai ikan konsumsi karena pertumbuhannya cepat dan dapat mencapai ukuran besar, nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (omnivora) yang cenderung memakan dedaunan dan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Walaupun ketenaran ikan bawal belum dapat disejajarkan dengan komoditas perikanan lainnya, namun permintaan konsumen setiap tahunnya terus meningkat, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Maka tak heran, bila dimasa yang akan datang akan menjadi komoditas perikanan darat unggulan seperti jenis-jenis ikan lainnya. Peningkatan sistem budidaya juga harus diikuti dengan penggunaan teknologi baru. PT. NATURAL NUSANTARA memberikan teknologi yang diperlukan dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan).

II. Persiapan Kolam
Kolam budidaya ikan bawal dipersiapkan seperti halnya persiapan kolam ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup dan membuat nyaman untuk pertumbuhan ikan.
1.  Mula-mula kolam dikeringkan sehingga tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar antara lain :
a)  Membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor (penyaing makanan).
b)  Mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam.
c)   Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) di dasar kolam, dalam proses ini gas-gas oksigen (02) mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.
2.  Sambil menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.
3.  Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 m2. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.

4.  Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.

5.  Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7-10 hari setelah pemupukan). Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air.
                                   
III. Pemilihan dan Penebaran Benih
Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Adapun ciri-ciri benih yang baik antara lain sehat, anggota tubuh lengkap, aktif bergerak, ukurannya seragam, tidak cacat, tidak membawa penyakit, dan bibit jenis unggul.
Cara penebaran benih ikan bawal yang baik yaitu sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar dalam kolam secara perlahan-lahan.
Secara umum ikan bawal lebih bagus dibudidaya dengan debit air yang cukup deras, sehingga kolam di tepian laut atau membuat kolam air deras dari aliran air sungai sangat bagus untuk mempercepat pertumbuhan. Meskipun demikian, bawal bisa saja dibudidaya di kolam air tenang, hanya saja pertumbuhannya kurang bagus.
Pembesaran ikan bawal merupakan salah satu bagian budidaya ikan air tawar yang sangat berpengaruh terhadap nilai jual produk ikan di pasaran. Tingkat kelangsungan hidup ikan bawal air tawar cukup tinggi, sekitar 90%. Bahkan, ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang sangat besar. Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yang mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pellet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung. Pemberian pakan dengan menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh ikan bawal dapat pakan. Penambahan NASA pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dengan pakan buatan adalah 2 - 5 cc/kg pakan dengan cara :
1.    Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan ikan bawal.
2.    Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran dengan NASA dapat merata.
3.    Campurkan NASA sesuai jumlah pakan yang diberikan dengan dosis 2 - 5 cc/kg pakan.
4.    Pakan siap untuk diberikan.
Ikan bawal juga memiliki daya cerna makanan yang baik. Selain bisa diberi pakan alami, bawal bisa diberikan pakan buatan dengan kandungan protein rendah sekitar 20% yang harganya lebih murah. Perbandingan kebutuhan pakan hingga panen,  dari 1 kg pakan yang diberikan dapat menghasilkan daging bawal sebanyak 0,7-0,8 kg (FCR = 0,7 - 0,8). Ini menunjukkan pemberian pakan buatan budidaya bawal sangat efektif dan cukup efisien sehingga sangat menguntungkan secara ekonomis.
Untuk mengatasi penurunan kualitas air kolam pemeliharaan ikan bawal dapat dilakukan pemberian TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2. TON merupakan pruduk NASA mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami.
 Hasil usaha pembesaran ikan  bawal dapat dilakukan panen setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan atau telah mencapai ukuran sekitar 500 gram/ekor dengan kepadatan tebar bibit 4 ekor/m2. Biasanya alat yang
digunakan panen berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya ditempatkan di penampungan yang besar ukurannya dan diletakkan di perairan  yang airnya selalu mengalir sehingga ikan tidak mati dan rusak sebelum dilakukan pengankutan dari kolam.
IV. Penyakit
            Penyakit yang pernah ditemukan pada ikan bawal air tawar dapat disebabkan oleh:
1)  Parasit/virus
Penyakit white spot (bintik putih) atau “Ich",  karena virus yang sering datang saat musim hujan yang dapat ditangani dengan memberikan garam dalam kolam atau disebabkan suhu air kolam pemeliharaan dingin, cara mengatasinya yaitu dengan menaikkan suhu sampai kurang lebih 29 oC dengan cara penurunan tinggi air kolam dan pemberian formalin 25 ppm di air kolam pemeliharaannya.
2)  Bakteri
     Streptococus sp. dan Kurthia sp. cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan antibiotik tetrasiklin dengan dosis 10 ppm.
3)  Kapang (Jamur)
     Jamur ini merupakan akibat dari adanya luka yang disebabkan penanganan (handling) yang kurang hati-hati. Cara mengatasinya dengan menggunakan Kalium Permanganat (PK) dengan dosis 2-3 ppm.




Disarikan:


0 komentar:

Poskan Komentar