Ayam kampung dengan produk NASA panen umur 50 hari dengan berat rata-rata 0,8 - 1 kg

Kamis, 23 Februari 2012

Petunjuk TeknisBudidaya Kaliki (Ricinus communis L)


Petunjuk TeknisBudidaya Kaliki (Ricinus communis L) 
A.   Alat dan Bahan
Bahan yang diperlukan berupa benih Kaliki unggul (misal varietas Asembagus-81), pupuk, fungisida, insektisida, kantong Biji, karung plastik. Alat yang digunakan antara lain alat teknis budidaya tanaman, untuk panen dan pasca panen di butuhkan gunting, keranjang bambu, tempat pengering, dan penggudangan.

B.   Metode
1.    Lokasi Lahan
Kondisi lokasi yang baik untuk tanaman Kaliki (Ricinus communis L) adalah daerah dengan Agroklimat kering, yaitu curah hujan yang rendah, antara 300-700 mm/tahun. Curah hujan yang sedikit diperlukan saat tanam sampai dua bulan kemudian. Curah hujan yang banyak tidak dikehendaki karena akar tanaman tidak tahan genangan. Hujan yang terjadi pada saat mekarnya bunga juga tidak dikehendaki oleh tanaman. Karena akan mengganggu proses penyerbukan sehingga pembuahan juga akan terganggu. Lahan yang sesuai untuk tanaman kaliki yaitu dengan kondisi tanah ringan, yaitu tanah lempung berpasir yang subur dan cukup mengandung bahan organik tanah, tidak ternaungi, dan memiliki drainase dan aerasi yang baik.
2.    Benih
Benih yang digunakan untuk produksi sebisa mungkin mempergunakan benih unggul yang bersertifikat resmi.
3.    Persemaian Benih
Persemaian benih diperlukan sebelum proses penanaman untuk mengurangi resiko persen tumbuh yang rendah dan meningkatkan keseragaman tanaman, selain itu perlakuan benih dengan persemaian juga mengurangi kegagalan tumbuh akibat serangan hama penyakit perkecambahan. Sebelum disemaikan, terlebih dulu benih dijemur 1 – 3 hari (tergantung cuaca), kemudian direndam selama 12 jam, baru disemaikan dalam polibag/plastik.
4.    Persiapan lahan
Persiapan lahan sebaiknya dimulai pada awal musim hujan agar pengolahan tanah lebih mudah, dilakukan bersamaan dengan kegiatan persemaian. Adapun tahap persipan lahan antara lain:
a.    Pembersihan lahan dari gulma dan tanaman tinggal.
b.    Pembuatan lubang tanam dan lubang pupuk dasar.
Pembuatan lubang tanam berdiameter sekitar 10 cm, dan lubang untuk pupuk dasar dengan jarak diantara keduanya kurang lebih 10 sampai 15cm.
c.    Pemasangan ajir.
Pemasangan ajir bertujuan sebagai tanda lubang tanam dan tanda lokasi tanaman.
5.    Penanaman
Waktu tanam sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan agar pada saat memasuki musim kemarau tanaman sudah memiliki ketahanan yang cukup terhadap cekaman kekeringan. Untuk tujuan produksi, pola tanam yang sebaiknya digunakan adalah pola tumpangsari atau dengan menjadikan Kaliki (Ricinus communis L) sebagai tanaman sela disamping tanaman pokok dengan jarak tanam 4m x 2 m tergantung dengan tingkat kesuburan tanah. Dasar pertimbangan dalam menetapkan jarak tanam adalah pada fase pertumbuhan optimal kanopi tanaman tidak saling menutupi (over laping).
Penanaman sebaiknya dilakukan ketika semai sudah berumur 14-21 hari atau sudah siap tanam, semai langsung di masukkan kedalam lubang tanam yang telah disiapkan dengan mengeluarkannya dari polybag kemudian disiram air kurang lebih 200 ml jika sebelumnya curah hujan belum stabil. Dengan jarak tanam 4m x 2m semai yang dibutuhkan kurang lebih 1.250 semai per Ha.
6.    Pemeliharaan tanaman
a.    Penyulaman
Penyulaman dilakukan 10 hari setelah penanaman, penyulaman dilakukan dengan menggunakan semai yang telah dipersiapkan.
b.    Penyiangan
Penyiangan dilakukan dilakukan pada umur tanaman 4 minggu dan 6-8 minggu tergantung dari kondisi gulma di lapangan.
c.    Pembumbunan
Setelah selesai penyiangan yang kedua langsung di lakukan pembumbunan agar tanaman tumbuh lebih kuat/kokoh.
7.    Pemupukan
Pemupukan pada Kaliki (Ricinus communis L) sangat penting agar produktifitas dan mutu Biji yang dihasilkan bisa maksimal. Jenis dan dosis pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektarnya tergantung pada tingkat kesuburan tanah, makin subur tanah maka dosis pupuk makin rendah begitu juga sebaliknya semakin kurus tanah maka dosisi pupuknya lebih tinggi. Pemupukan sebaiknya di lakukan pada kondisi tanah yang lembab/basah agar proses penyerapan oleh tanaman lebih cepat. Dalam kondisi umum tanah, maka dosis pupuk yang dibutuhkan adalah:
No.
TAHAP
PEMUPUKAN
JUMLAH
TAN/Ha
DOSIS PER HEKTAR (Kg)
UREA
PHONSKA
SUPERNASA
GRANUL
POC NASA
1
DASAR (-5 HST)
1.250
10 Kg
8 Kg
20 Kg
 -
2
2 MST
10 Kg
8 Kg
10 Kg
 -
3
6 MST
 -
10 Kg
 -
2 Liter
4
10 MST
 -
10 Kg
 -
2 Liter
5
14 MST
 -
14 Kg
 -
2 Liter
TOTAL
20 Kg
50 Kg
30 Kg
6 Liter
Catatan :
a.    MST = Minggu Setelah Tanam
b.    -5 HST = 5 Hari Sebelum Tanam
c.    Pemberian Phonska pd 14 MST dilakukan apabila kondisi tanaman dinilai tidak/kurang sehat.
d.    Pemberian POC NASA dapat dengan diencerkan dan dicampur dengan pupuk Phonska.

8.    Pengairan
Pengairan pertama dilakukan pada tanaman pada tiga hari pertama 250 ml/tanaman/hari jika tidak terjadi hujan sebelumnya. Pengairan kedua diberikan pada saat tanaman memasuki fase pembuahan apabila tidak terjadi hujan/kekurangan air 1 sampai 2 ember (5 liter) per tanaman.
9.    Panen
a.    Umur Panen
Proses panen Kaliki (Ricinus communis L) dapat dimulai kurang lebih pada umur 3,5 bulan setelah tanam yaitu setelah terdapat 2-4 tandan siap panen atau 50% dalam satu tandan telah kering (panen per tandan).
b.    Buah Siap Panen
Saat panen yang tepat dilakukan apabila buah sudah masak fisiologis dengan tanda kulit buah sudah mulai mengering. Panen yang dilakukan terlalu awal ataupun terlambat akan menurunkan mutu Biji. Tingkat kemasakan buah dalam satu tandan (tros) tidak sama oleh karena itu panen dilakukan per tandan dengan syarat 50% buah pada tandan sudah tua/mengering.
c.    Pemetikan
Pemanenan diawali dari memetik tandan buah dengan cara memotong pangkal tangkai buah yang telah menunjukan buah tua 50% dari keseluruhan buah pada tandan tersebut. 
10. Pasca panen
a.    Penjemuran
Tandan buah yang telah dipetik langsung dijemur. Pada cuaca panas dan kering maka kulit buah akan pecah sendiri (kepyar), apabila ada yang tidak bisa pecah sendiri dipecah secara manual pelan-pelan agar tidak merusak Biji.
b.    Di blower/di tampi
Selanjutnya Biji diblower/di tampi untuk menghilangkan kotoran dan bekas pengelupasan kulit.
c.    Sortasi
Biji yang sudah bersih/sudah di blower di sortasi untuk memisahkan biji yang berkualitas. Biji yang sudah disortasi dijemur lagi kurang lebih satu hari sampai kadar air mencapai kurang lebih 6%.
d.    Packing
Biji yang sudah dalam keadan Kering Panen (kadar air <6%) di kemas rapat dalam karung. Biji yang sudah dikemas dalam karung dapat angsung dikirim atau disimpan dalam gudang atau tempat yang tidak bersentuhan dengan tanah.
11. Pangkas Vegetatif
Memasuki minggu kedua musim hujan pada tahun kedua, sekitar bulan ke-13 setelah tanam, dilakukan pemangkasan berat pada tanaman. Batang utama atau Cabang Primer dipangkas setinggi 1 meter dari atas tanah, tujuannya untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman lebih optimal, sehingga ketika memasuki masa generatif kedua (3 bulan setelah musim hujan) diharapkan tanaman mempunyai fisik yang kokoh dan sehat sehingga mampu berbuah maksimal.
Pemangkasan ini dilakukan kembali di tahun ketiga ketika memasuki minggu kedua musim hujan, dengan ketinggian pangkas sekitar 1,5 meter di atas tanah.

12. Pengendalian Hama Penyakit
Tanaman Kaliki (Ricinus communis L) sejak dari tanam sampai panen sering mengalami gangguan hama baik yang menyerang akar, batang, bunga, dan buah antara lain:
a.    Perusak Kecambah
Hama perusak kecambah menyerang tanaman pada umur kurang lebih satu bulan. Hama tersebut adalah ulat tanah antara lain: Agrotis ipsilon HUFN, Agrotis replete WKL, Holotrichia helleri BRSK, Hypomeces squamocus HERGST. Pengendalian untuk ulat tanah dilakukan dengan pemberian Furadan 3G dengan dosis 20-40 kg/Ha ditugalkan pada sisi tanaman pada saat bersamaan tanam, selain itu juga dapat dilakukan pencegahan dengan cara pengaturan waktu tanam yang tepat yaitu pada awal musim hujan.  
b.    Penggerek Batang
Hama penggerek batang pada umumnya menyerang tanaman pada umur lebih dari enam bulan. Beberapa hama penggerek batang antara lain: Xyleutes capensis WKL, Sphenoptera arabica L&D, dan Spenoptera ardens KLUG. Pengendalian hama penggerek batang ini dapat dilakukan dengan insektisida sistemik dan sanitasi yang baik dengan membakar batang Kaliki (Ricinus communis L) yang telah rebah/mati terkena serangan dan batang Kaliki (Ricinus communis L) setelah panen.
c.    Penggerek Daun dan Pucuk
Hama penggerek daun dan pucuk yang sangat merugikan adalah Achaea janata dan Spodoptera litura sp. Pengendalian hama penggerek daun dan pucuk ini dapat di lakukan dengan menggunakan insektisida nabati yaitu Organeem 5 cc/lt disemprotkan awal terjadi serangan (larva stadium 1) sebanyak tiga kali berturut-turut dengan interval 5 hari sekali. Apabila tidak terkendali terpaksa menggunakan insektisida kimia yaitu menggunakan jenis insektisida racun kontak yang paling murah dipasaran dengan dosis sesuai anjuran.




ANALISA BIAYA SARANA PRODUKSI
BUDIDAYA KALIKI DENGAN TEKNOLOGI NASA DAN BENIH KALIKI
Asembagus-81 PADA SKALA 1 Ha pada Tahun ke-1






Luas Areal : 10.000 m2
1
Ha

Jarak Tanam : 4 x 2 m
1.250
Tan/Ha

Lokasi : JAWA









Ilustrasi Perbandingan Penggunaan Sarana Produksi






I. PENGELUARAN SARANA PRODUKSI (Dengan Teknologi NASA) - 1 Ha
No.
Komponen Biaya
Satuan
Unit
Harga Satuan
Total
1
BENIH  Asembagus-81
kg
2
30.000
60.000
2
UREA
Kg
20
4.500
90.000
3
PHONSKA
kg
50
2.400
120.000
4
SUPERNASA GRANULE
Kg
30
19.000
570.000
5
POC NASA
Liter
6
58.000
348.000
TOTAL BIAYA
1.188.000






II. TARGET PRODUKSI
Potensi produksi dengan teknologi NASA :
Total Target Produksi KALIKI kering Panen
2.500
kg
HPP Sarana Produksi
Rp 885,-
/kg








III. PENJUALAN
Asumsi Harga Jual KALIKI Kering Panen
Rp 2.000,-
/kg
Target Pendapatan KKP (1 Ha)
Rp 5.000.000,-

Keuntungan Tahun ke-1
Rp 3.812.000,-



1 komentar:

  1. mohon informasinya, dimana saya mendapatkan pengembang budidaya jarak kepyar ( Ricinus communis), bisa kontak ke No. 082217262142

    BalasHapus